Pola Pikir menurut saya adalah dapat di artikan sebagai Pola dan Fikir. Pola yang berarti bentuk atau patron atau model atau juga cara sedangkan Fikir adalah pengetahuan dan memori tentang segala macan hal-hal yang pernah dilakukan sendiri maupun kejadian apa saja yang dibaca, dilihat, dan dilakoni diri sendiri maupun orang lain. Jadi Pola Pikir adalah cara berpikir yg mempengaruhi prilaku dan sikap seseorang yg akhirnya menentukan level keberhasilan hidupnya.
Setiap manusia mempunyai Pola fikir masing – masing yang sangat berbeda –beda dan setiap orang pun scara individu pada dasarnya memiliki ide, pendapat, rencana, cita – cita. Unsur tersebut diolah oleh otak / akal / pikiran dan selalu dipengaruhi atau ditentukan oleh sikap perilakunya sendiri. Dengan kata lain suatu saat sikap sseorang itu dipengaruhi oleh perasaan atau emosinya sendiri.
Contoh pola pikir saya yang harus di ubah sebagai mahasiswa adalah di sebuah kampus, seorang Dosen berbicara dengan lantang dan percaya diri mengatakan bahwa bangsa ini harus menggunakan teori yang dia usulkan supaya keluar dari segala permasalahan. Sayangnya bukan main, teori yang diusulkan dengan penjelasan panjang lebar ternyata hanya teori kacang goreng, sekali lagi teori budak Amerika. Hal ini harus jujur kita akui, mayoritas Perguruan Tinggi atau Akademik di STMIK IKMI ini mendidik para mahasiswanya berdasarkan perspektif barat. Hasilnya pun terlihat, pendidikan kita menjadi kacau balau. Segala sesuatu hanya berorientasi pada materi. Seorang lulusan D3 Teknik Jaringan Komputer, Teknik Informatika S1 dan Komputer Akutansi D3 dicap oleh masyarakat serba bisa, super, ditempatkan sangat terhormat, walaupun tidak lancar mengaji, sungguh sangat ironi kita mendengarnya terjebak dengan prestise. Kenapa saya menulis itu karena pada waktu kita bertanya pada salah satu mahasiswa kelas malam ada salah satu lulusan mahasiswa STMIK IKMI melamar pekerjaan di salah satu perusahaan swasta yang IPKnya cukup memuaskan tapi setelah dites kebenarannya hasilnya tidak sama dengan IPK tersebut.
Mungkin Pola pikir tersebut bisa diubah memang butuh proses yang sangat lama tapi kita sebagai mahasiswa harus bisa karena kalau sampai seperti ini terus lulusan dari Akademik ini tidak bisa menunjukan kinerjanya dengan baik karena proses pembelajaran hanya teori dan kurang prakek memang ada sih, prakteknya tapi hanya sebuah simulasi apakah mahasiswa di Akademik ini bisa menguasai pelajaran dengan baik dan kita sebagai mahasiswa harus bisa merubah sikap seperti itu dan kita harus belajar dengan baik dan efektif mungkin itu saja yang harus diubah pola pikir saya sebagai mahasiswa. Dan juga mari kita evaluasi, berapa banyak dosen – dosen yang lahir di negeri ini, berapa trilyunan dana yang keluar untuk membiayai riset tesis ataupun disertasi mengenai kondisi masyarakat kita, dan berapa waktu yang telah dihabiskan para peneliti untuk menemukan teori-teori baru tentang kehidupan. Jangan lupa, hitung juga berapa sarjana-sarjana Indonesia yang lulus tahun ini. Bukannya pesimis menghadapi zaman, tapi toh kita dihadapkan pada sebuah realita yang mengatakan sistem pendidikan kita ternyata tidak mampu menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang berkualitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
TINGGALKAN KOMENTAR ANDA